Thursday, 3 September 2015

CUKUP itu berapa???.... Mengapa Manusia tidak pernah PUAS????

 




"CUKUP.,CUKUP & CUKUP"......,barangkali inilah Kata yang paling sulit diucapkan oleh sbagian manusia.

Di kisahkan seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh,dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

 Kapankah kita bisa berkata cukup?
CUKUP bukanlah soal berapa jumlahnya.

C_U_K_U_P adalah persoalan kepuasan hati.
Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup.
Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.
Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.
Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.Belajarlah untuk berkata "Cukup"
 
Cukupilah diri kita dengan apa yang ada pada kita, hal ini bukan bertujuan untuk mengajak kita agar hidup sengsara, melainkan mengajak untuk menerapkan pola hidup sederhana. Barangsiapa mencintai uang ia tidak akan pernah puas dengan uangnya, dan barang siapa mencintai kekayaan duniawi, maka ia tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya.

Mengapa manusia tidak pernah PUAS...??
manusia akan mencapai kepuasan saat manusia tersebut meninggal dunia. Mengapa demikian? Tidak perlu memutar otak untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. Mudah saja, karena sifat tidak pernah puas di dalam diri manusia adalah alami dan wajar, sehingga untuk menghilangkan sesuatu yang alami pada diri anda, anda harus meninggal dunia terlebih dahulu. Seperti contohnya, anda semua pasti memiliki rasa lapar bukan? Bagaimana untuk menghilangkan rasa lapar tersebut? Pasti jawabannya adalah makan.

Ketidak puasan yang sifatnya sangat berlebihan akan menjerumuskan kita ke dalam jurang kelicikan dan dapat menyeret kita ke dalam lembah dosa. Karena sifat manusia yang tidak pernah puas sama saja dengan sifat kita yang tidak pernah bersyukur. Diberi satu oleh Tuhan, kita pasti akan meminta dua. Diberi dua oleh Tuhan, kita pasti akan meminta 4, begitu seterusnya. Jadi, alangkah baiknya bila kita mencoba untuk belajar bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan ke kita. Jangan menjadi orang yang tidak pernah puas. Bila anda menjadi orang yang tidak pernah puas, niscaya Tuhan akan menarik anugrah yang telah diberikan ke kita. Belajarlah menjadi orang yang pandai bersyukur!

Monday, 20 July 2015

Berkatalah Yang Baik Atau Diam

Allah Ta’ala senantiasa menyerukan agar kita menjadi hamba-hamba yang berbahagia di dunia dan di akhirat, dengan cara menaati, patuh, dan mengikuti dengan ikhlas petunjuk dan aturan Dinul Islam, yaitu rahmat bagi kita sekalian.

      مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau hendaklah diam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah).

Wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut menunjukkan betapa pentingnya kedudukan lisan. Dengan lisan, seorang hamba bisa mencapai derajat yang tertinggi, bahkan mendapat karunia yang amat agung di sisi Allah. Namun sebaliknya, dengan lisan pula seorang hamba jatuh tersungkur ke dalam jurang kehinaan yang sedalam-dalamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً، يَرْفَعُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ.
“Sesungguhnya seseorang mengucapkan kalimat dari keridhaan Allah yang tidak diperhatikannya, namun Allah mengangkatnya disebabkan kalimat itu beberapa derajat, dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat dari kemurkaan Allah yang tidak di-perhatikannya, sehingga Allah melemparkannya disebabkan kalimat itu ke dalam Neraka Jahanam.” (HR. al-Bukhari).
Itulah kekuatan lisan dalam menentukan kedudukan dan keselamatan seorang hamba. Kemudian marilah kita renungkan, bagaimana agar kita secara pribadi-pribadi sekaligus secara maj-muk masyarakat, mampu mempergunakan kekuatan lisan kita untuk mencapai kedudukan yang tinggi, derajat yang terhormat, bahkan pangkat yang paling mulia, bukan hanya di kalangan manusia atau segenap makhluk, akan tetapi kemuliaan di sisi Allah juga, bagaimana caranya?

Junjungan kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemimpin yang paling mengasihi dan menyayangi umatnya, telah berpesan serta berwasiat demi keselamatan, kemuliaan, serta ketinggian derajat kita, umat beliau, dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menerangkan,

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكْتُبُ اللهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ.
“Sesungguhnya seseorang dari kalian berkata dengan perkataan yang diridhai Allah, dia tidak menyangka bahwa kalimat itu bisa sampai pada apa yang dicapai (oleh kalimat itu), kemudian Allah mencatat baginya disebabkan kalimat itu pada keridhaanNya sampai hari dia bertemu denganNya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa`i, Ibnu Hibban dari sahabat Bilal bin Harits y).
Sekali lagi, kita perhatikan dalam wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut, bahwa derajat yang tinggi dapat dicapai dengan kalimat yang diridhai oleh Allah. Kalimat apakah itu?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menunjukkan bahwa kalimat yang diridhai oleh Allah Ta’ala, dijamin dapat menyelamatkan dan menjadikan kita bahagia bahkan mencapai derajat yang setinggi-tingginya di sisi Allah adalah dzikir kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ. قَالُوْا: بَلَى. قَالَ: ذِكْرُ اللهِ.
“Maukah aku tunjukkan kepada kalian tentang sebaik-baik amal kalian, yang paling bersih di sisi Maharaja kalian, amalan yang paling tinggi (yang mengangkat) derajat kalian, dan lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas maupun perak, juga lebih baik (bagi kalian) daripada kalian bertemu musuh kalian, kemudian kalian memenggal leher mereka atau mereka memenggal leher kalian?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tentu (wahai Rasulullah).” Beliau bersabda, “Dzikir kepada Allah Ta’ala.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim).
Maka sekarang tergantung kita, apakah kita sebagai umat, sebagai bangsa, sebagai generasi, ingin tetap mempertahankan kedudukan yang mulia dan tertinggi itu, atau malah kita tidak mau peduli dan tidak mau sadar bahwa kita sedang menukik terjun ke dalam jurang kehinaan dan kehancuran umat dan bangsa.
 Tiada cara untuk bisa mempertahankan kedudukan termulia dan tertinggi itu selain dari bersyukur kepada Allah, senantiasa mensyukuri nikmat kesehatan lisan, dengan berupaya mengguna-kannya untuk mengucapkan kalimat yang diridhai Allah Ta’ala semata, menggunakan lisan hanya untuk menyeru kepada Allah, memperbanyak dzikir di manapun berada, sehingga bibir senantiasa basah oleh dzikir.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya oleh seorang sahabat, “Duhai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam telah terlalu banyak yang harus aku jalankan, maka beritahukan kepadaku apa yang dapat aku pegangi (terus menerus).” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ.
“Lidahmu tidak henti-hentinya basah dari dzikir kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi).
Di samping itu juga, sangat dianjurkan bahkan akan memperoleh satu kedudukan yang tinggi jika kita menggunakan lisan untuk bermudzakarah, menyebarkan, dan menuntut ilmu. Allah Ta’ala berfirman,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11).
         Dengan cara seperti itulah kaum muslimin senantiasa bisa mempertahankan kedudukan yang paling mulia sejak zaman para nabi dan rasul sampai saat sekarang, maka janganlah sekali-kali kita melupakan atau tidak mau mewarisinya dengan sungguh-sungguh, sehingga tersungkur dalam jurang kehancuran, karena tidak mampu lagi menjaga lisan dan mensyukurinya dengan sebaik-baiknya.
Apabila kita tidak mampu untuk berkata yang baik, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi satu solusi jitu yaitu, “Diamlah!”
Karena diam itu mampu menahan seorang hamba agar tidak jatuh ke dalam jurang kehancuran.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صَمَتَ نَجَا.
“Siapa yang diam, niscaya akan selamat.” 
(HR. Ahmad, at-Tirmidzi, ad-Darimi, Ibnul Mubarak, Ibnu Abi ad-Dunya).
 Dengan diam, kita akan selamat dari jurang neraka, seperti yang diperingatkan oleh Rasulullah dalam haditsnya, “Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat dari yang dimurkai Allah yang tidak diperhatikannya, sehingga Allah melemparkannya disebabkan kalimat itu ke dalam Neraka Jahanam.” (HR. al-Bukhari).

Marilah kita semua memohon perlindungan kepada Allah dari semua jenis penyelewengan dan penyalahgunaan nikmat lidah atau lisan yang dapat menghancurkan diri dan umat kita sekalian. Dan janganlah kalian mengobral omongan dan banyak bicara, karena banyak bicara, banyak salahnya.

Jauhilah berlebihan dalam berbicara, karena itu menyebabkan derajat umat ini jatuh, termasuk parodi, melucu dengan kebohongan. Nabi terkasih junjungan kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَيْلٌ لِلَّذِيْ يُحَدِّثُ بِالْحَدِيْثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ فَيَكْذِبُ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ.
“Celakalah bagi orang yang bercerita untuk membuat orang-orang tertawa dengannya, kemudian dia berdusta, celaka baginya, celaka baginya.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).
وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟
“Apakah ada yang menjerumuskan manusia dengan wajah-wajah mereka (terseret) selain hasil dari lidah mereka?” (HR. at-Tirmidzi).
Kita memohon perlindungan kepada Allah dari berbicara batil dan memohon taufik kepada Allah agar senantiasa berbicara yang benar, baik, atau diam. Semoga Allah mengangkat derajat kita dan senantiasa terus meningkatkan derajat kita setinggi-tingginya di dunia dan di akhirat. Aamiin.
Sumber : khotbahjumat.com




Wednesday, 23 July 2014

Bersyukurlah






Dalam proses hidup yang kita jalani ...
Tertempa oleh pahit getirnya dan manisnya hidup,
Kita sadar bahwa untuk menghadapinya adalah bagaimana kita menyikapi semuanya.

Ya... sikap mempengaruhi kehidupan kita. Kita memiliki pilihan untuk membuat semuanya baik atau sebaliknya.Kita memang tidak dapat mengubah masa lalu.Kita memang tidak dapat mengubah tingkah laku orang.Kita memang tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi.Namun satu hal yang dapat kita ubah adalah satu hal yang dapat kita kontrol, dan itu adalah sikap kita.

Dan kita semakin yakin bahwa kebahagiaan hidup adalah 10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya. Sikap yang harus kita lakukan adalah bagaimana kita mensyukuri segala Pemberian-NYA. Bagaimana kita ikhlas menjalani segala aturan-NYA.Bagaimana kita Tabah dalam menjalankan segala ketetapan-NYA.Bagaimana kita sabar menerima segala Cobaan-NYA.  Insya ALLAH akan bahagia hidup kita dunia akhirat.
Aamiin...Ya Rahmaan Ya...Rahiim..


Sunday, 16 February 2014

Mintalah Pendapat Pada Hati Anda





Setiap orang memiliki cermin di dalam diri, itulah hati nurani. Perkataan hati nurani adalah kejujuran. Anjurannya adalah kebaikan. Kecenderungannya adalah pada kebenaran, sifatnya adalah kasih sayang. Ia akan tenang bila kita berbuat baik dan gelisah bila kita berbuat dosa. Bila ia bersih dan sehat maka ia akan menjadi juru bicara Tuhan di dalam diri kita. Bila ia bening dan berkilat maka ia akan menangkap wajah Tuhan. Hanya sayangnya kita sering mencampakkan nurani kita sendiri bahkan membunuhnya dengan perilaku-perilaku kita.

Curang hanya demi serupiah (nilai uang) keuntungan, bohong hanya untuk kesenangan sesaat, kikir padahal harta melimpah, dengki terhadap kebahagian orang lain, menolak kebenaran karena sebuah gengsi (pengaruh; harga diri; martabat). Akibatnya nurani kita tertutup dan mati sehingga tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang bernama Wabishah radhiallahu’anhu datang dengan menyimpan pertanyaan di dalam hatinya tentang bagaimanakah cara membedakan antara kebajikan dan dosa. Sebelum Wabishah bertanya, cermin hati Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah menangkap isi hatinya.
”Wahai Wabishah, mau aku jawab langsung atau engkau utarakan pertanyaanmu terlebih dahulu?”
Wabishah menjawab, ”Jawab langsung saja, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, ”Engkau datang untuk bertanya bagaimana membedakan antara kebajikan dan dosa.” Wabishah berkata, “Benar.”
Beliau, shalallahu ‘alaihi wasallam merapatkan jari-jarinya dan menempelkannya pada dada Wabishah, seraya bersabda,
“Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu, wahai Wabishah. Sesuatu itu adalah kebaikan bila ia membuat hati tenteram, membuat jiwa tenteram, sedangkan dosa membuat kegelisah dalam hati dan kegoncangan dalam dada.(Mintalah pendapat pada hatimu dan mintalah pendapat pada jiwamu), meskipun orang-orang telah memberikan pendapat mereka kepadamu tentang hal itu.” ( HR.Al-Darimi dari Wabishah radhiallahu ‘anhu)
Namun bagi sebahagian orang yang banyak berbuat dosa dan maksiat akan sulit sekali mendapatkan pertimbangan hati. Karena hatinya sudahnya tertutup oleh tumpukan dosa, sehingga sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah dan tidak ada lagi rasa malu atau perasaan tidak enak ketika melakukan suatu perbuatan berdosa. Hati, mata, dan telinganya sudah ditutup. Makanya orang tersebut sering sekali melakukan dosa, misalnya berdusta/berbohong dan akan terus dilakukannya tanpa ada perasaan bersalah/berdosa lagi.
Sekarang ini cobalah kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, pada posisi mana kita berada saat ini. 
 
 
Apakah kita termasuk orang yang merasa ”tidak nyaman” ketika kita mau melakukan perbuatan dosa? Atau kita tidak merasakan ketidaknyamanan itu lagi? Kalau iya, kita masih merasakan ketidaknyamanan, kegelisahan ketika kita mau melakukan suatu perbuatan dosa, maka bersyukurlah, itu berarti hati nurani kita masih hidup dan pertahankan serta tingkatkanlah, ketakwaan, keimanan dan kedekatan kita kepada Allah.
Namun jika ternyata kita temukan diri kita, sudah tidak pernah merasakan rasa bersalah, gelisah, saat kita mau dan sudah melakukan perbuatan dosa, maka segera bertobatlah, karena jangan-jangan kita sudah terlalu lama berada dalam kelompok orang-orang yang tidak malu melakukan dosa, atau merasa biasa-biasa saja ketika melakukan suatu perbuatan dosa yang kita anggap sebagai dosa kecil, misalnya berdusta? Tanyakan dengan jujur pada diri kita masing-masing, dan hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.
“Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku untuk senantiasa berpegang pada agama-Mu.” (HR Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
SUBHANALLAH...
Semoga ALLAH Senantiasa membimbing kita selalu dalam keadaan istiqomah untuk taat dan bertakwa kepada ALLAH dan selalu dalam keimanan, dan mudah2n ALLAH memberikan kita ganjaran yang lebih baik berupa surga dunia maupun surga akhirat kelak. Aamiin
 
Sumber : www.lampuislam.blogspot.com

Thursday, 6 February 2014

MENYEDERHANAKAN HIDUP..

Nafsu manusia kadang seperti air. Tak pernah henti untuk selalu mengalir. Selama masih ada celah, di situlah air mengalir. Bedanya dengan air yang mengalir ke tempat lebih rendah, nafsu terus mengalir ke arah sebaliknya.

Manusia bisa dibilang makhluk yang jarang cepat puas. Selalu saja ujung dari sebuah pencarian lagi-lagi bertemu pada satu titik: kurang. Keadaan itu persis seperti orang yang selalu mendongak ke atas. Dan lengah menatap ke bawah.

Itulah kenapa orang tanpa sadar kehilangan daya peka. Kepekaannya dengan lingkungan sekitar menjadi tumpul. Bahkan mungkin, di tengah hiruk pikuknya mengejar yang atas, tanpa terasa kalau yang di bawah terinjak-injak. Jadi, pisau kepekaan bukan sekadar tumpul, bahkan berkarat sama sekali.

Orang menjadi tidak mampu menyelami apa yang terjadi di sekelilingnya. Sulit merasakan kalau di saat kita terlelap dalam keadaan kenyang, sejumlah tetangga terus terjaga karena menahan perut yang lapar. Sulit menangkap keinginan anak-anak tetangga untuk tetap bersekolah, ketika sebagian kita tengah sibuk mencari sekolah top buat anak-anak, berapa pun mahalnya.

Ketidakpekaan itu akhirnya menggiring diri untuk tampil tak peduli. Kesederhanaan menjadi barang langka. Ada semangat tampil serba wah. Ada bahasa yang sedang diungkapkan, “Saya memang beda dengan kalian!”

Ketika terjadi proses melengkapi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan mungkin hal-hal lain seperti alat komunikasi; ada pergeseran yang nyaris tanpa terasa. Sebuah pergerseran dari nilai fungsi kepada nilai gengsi.

Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok itu tidak lagi menimbang sekadar fungsi, tapi lebih kepada gengsi. Ada sesuatu yang sedang dikejar dari proses pemenuhan itu: trend dan gengsi. Biasanya, nilai gengsi jauh lebih mahal dari nilai fungsi. Bahkan, bisa berkali-kali lipat.

Di sisi lain, ada semacam ketergantungan dengan penampilan mode yang tentu saja datang dari negeri pedagang budaya. Mereka begitu pintar mengemas barang dagangan dalam bentuk yang sangat menarik. Halus, tanpa kesan menggurui. Kemasan bisa melalui film, berita mode dan sebagainya. Tanpa sadar, orang sedang terhipnotis dalam cengkeraman para pedagang budaya. Repotnya, ketika pedagang budaya sebagian besar menuhankan hidup materialistis. Semua tanpa sadar menuhankan gengsi.

Mungkinkah perilaku konsumsi seperti itu hinggap dalam diri umat Islam? Masalahnya memang bukan sekadar muslim atau bukan. Tapi sejauhmana umat Islam memahami nilai budaya Islam. Dan membumikannya dalam kenyataan hidup sehari-hari.

Mereka yang tidak paham dengan Islam biasanya memang tidak peduli dengan urusan orang lain. Walaupun itu satu keyakinan. Tidak ada ajaran yang menyentuh hati mereka untuk mau memperhatikan nasib saudaranya. Hidup bagi mereka adalah diri mereka sendiri. Tidak ada hubungannya dengan orang lain.

Sementara Islam, sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Bahkan nilainya bisa sama dengan keimanan kepada Allah dan hari akhir. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak beriman seorang di antara kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari Muslim)

Selain tumpulnya kepekaan dan kungkungan trend budaya orang lain, ada sebab lain yang membuat orang jauh dari sederhana. Itulah imperiority, atau merasa rendah di hadapan orang lain. Rasa rendah diri itu memompa segala daya yang dimiliki untuk tampil melebihi orang yang dianggap lebih. Paling tidak, ada kepuasan diri jika tampilan bisa dianggap lebih.

Penyakit seperti itu biasa hinggap di negeri-negeri jajahan. Mereka biasa hidup susah. Sementara para penjajah hidup mewah. Ketika kesempatan hidup mewah terbuka lebar, sifat rendah diri berubah menjadi jiwa eksploitasi. Apa pun yang bisa diraih, diambil sebanyak-banyaknya demi kepuasan tampil lebih.

Hal itulah yang diwaspadai Khalifah Umar bin Khaththab ketika mencermati para gubernurnya. Ia khawatir, di saat kesempatan terbuka lebar, para gubernur hilang kesadaran. Umar pernah menghukum Amru bin Ash, sang gubernur Mesir kala itu yang berbuat semena-mena terhadap seorang rakyatnya yang miskin.

Seorang gubernur yang bertugas di Hamash, Abdullah bin Qathin pernah dilucuti pakaiannya oleh Umar. Sang khalifah menyuruh menggantinya dengan baju gembala. Bukan itu saja, si gubernur diminta menjadi penggembala domba sebenarnya untuk beberapa saat. Hal itu dilakukan Umar karena sang gubernur membangun rumah mewah buat dirinya. “Aku tidak pernah menyuruhmu membangun rumah mewah!” ucap Umar begitu tegas.

Teladan lain pernah diperlihatkan sahabat Rasul yang bernama Mush’ab bin Umair. Pemuda kaya ini tiba-tiba berubah drastis ketika memeluk Islam. Ia yang dulu selalu tampil trendi, serba mewah, menjadi pemuda sederhana yang hampir seratus persen berbeda dengan sebelumnya. Bahkan Mush’ab rela meninggalkan segala kekayaannya demi menunaikan dakwah di Madinah.

Ada yang menarik dari seorang mantan duta besar Jerman untuk Al-Jazair. Beliau bernama Wilfred Hoffman. Setiapkali mengunjungi pesta kalangan diplomat atau pejabat negara, isterinya selalu menjadi pusat perhatian.

Pasalnya, di acara-acara bergengsi seperti itu, isterinya tidak pernah mengenakan busana dan perhiasan mewah. Sebuah kenyataan di luar kelaziman buat kalangan petinggi negara seperti Jerman. Bagaimana mungkin seorang duta besar negara kaya bisa tampil ala kadarnya. Padahal, para pejabat dari negara miskin saja bisa tampil gemerlap. Ada apa?

Ternyata, Hoffman dan isterinya memang sengaja seperti itu. Ia lebih memilih hidup sederhana, ketimbang tampil mewah. Justru, dengan tampilan seperti itulah, Hoffman dan isterinya lebih dianggap daripada dubes dan pejabat lain yang hadir.

Meraih segala kemampuan materi memang sulit. Tapi lebih sulit lagi mengendalikannya menjadi tampilan sederhana. Karena nafsu memang tidak pernah berhenti mengalir ke segala arah.

Friday, 22 November 2013

Kemana Perginya Rasa Takut Mati Dalam Diri Kita...????

  Allah S.W.T berfirman:

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk:1-2)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan kematian lebih dulu, baru kehidupan. Jadi Dia mengingatkan agar kita memikirkan kematian lebih dulu, baru memikirkan kehidupan setelahnya. Karena kematian akan menimpa kita semua. Kita bisa saja berada di dalam Gedung Putih, di pemukiman kumuh hutan Amazon, di dalam mobil mewah atau berjalan kaki, kita bisa saja sedang bermain sepakbola atau tidur di kasur, kita bisa saja sedang melakukan yang halal atau haram, namun ketika waktu kita habis, maka malaikat maut akan datang dan dia mencabut nyawa kita.

Raja yang sombong seperti Fir’aun datang silih berganti, orang-orang dzalim seperti Harun dan Qarun juga datang silih berganti. Mereka pikir mereka adalah segala-galanya, namun Allah membinasakan mereka. Seharusnya kita bisa mengambil hikmah dari kisah mereka.

Hanya untuk membawa kunci-kunci Fir’aun dibutuhkan 70 unta. Bahkan Fir’aun tahu pada saat-saat terakhirnya, pada saat di tengah laut, dengan jutaan pasukannya, dia tahu bahwa dirinya akan mati. Kematian terlintas di benaknya, meskipun di sepanjang hidupnya, dia berpikir bahwa dia punya segalanya! Fir’aun, Harun, Haman, Qarun, Nimrud, seharusnya kita dapat mengambil pelajaran dari kisah mereka.

Allah telah berfirman tentang hal ini dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak suka orang yang takabbur dan berbuat dzalim, Dia tidak suka orang yang berbuat jahat dan menentang diri-Nya. Allah S.W.T menyukai orang-orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan di muka bumi.

Allah S.W.T berfirman dalam Al-Qur’an: "Wahai orang-orang beriman, takutlah kepada Allah dimanapun kalian berada.”

Namun kita lihat di zaman sekarang orang-orang sudah tidak takut lagi kepada Allah. Kemana rasa takut kepada Allah? 
Dan tidak ada lagi manusia yang takut kepada kematian dalam hatinya, karena hati mereka sudah terisi dengan nafsu dan cinta dunia.

Sumber : lampuislam.blogspot.com

Thursday, 21 November 2013

Tenangkanlah Hatimu...

Assalamu'alaikum wr wb..

Saudaraku yg seiman..,Roda kehidupan trus menggelinding.Banyak crita & episode yg kita lewati pd stiap putarannya.Ada sedih,ada bahagia,ada suka,ada duka,ada kluasan,ada ksempitan,ada ksulitan,ada kmudahan.Tiada dari kita yg tdk melewatinya،hanya sja kadarnya yg mungkin tdk slalu sama.
Kita smua tau,manusia bkan pmilik khidupan,tdk ada manusia yg sllu brhasil mraih keinginannya.Hari ini kita brsorak,esok lusa bsa jdi kita menangis.Hri ini kita bertemu,esoknya berpisah,detik ini kita bangga dgn apa yg kita miliki,mungkin dtik brikutnya kita sedih krna khilangan.Maka apapun episode yg sdang kita lalui pda dtik ini,TENANGKANLAH HATIMU...

Saudaraku.,Ingatlah...,crita tdk slalu sama & episode trus brubah,brganti dari satu situasi kpda situasi yg lain,berbolak-balik,brtukar-tukar,kdang diatas kdang dibwah kdang maju kdang mundur,tpi itulah kehidupan.Namun ada satu hal yg shrusnya tdk prnah brubah pd kita smua,yaitu hati yg slalu tenang & ttap teguh dlm kebenaran..
Ketenangan sngat kita btuhkan dlm mnghadapi sgala situasi hdup ini.Trutama dlm situasi sulit & ditimpa musibah.Jka hati dlm kondisi tnang,mka buahnya lisan & anggota badan pun akn tnang.Tindakan akn ttap pd jalur yg dibnarkan & jauh dri skap membahayakan.Insya Allah dgn brsikap tenang kita akan mraih keuntungan.

Saudaraku yg seiman.,Ktahuilah bahwa ktenangan itu adalah karunia Allah swt yg di brikan kpda orang2 yg beriman.

''Dia-lah yg tlah mnurunkan ktenangan ke dlm hati orang2 mukmin spya keimanan mreka brtambah dismping keimanan mreka (yg tlah ada).Dan kpunyaan Allah-lah tentara langit & bumi.Dan adlh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.'' ( QS.Al-Fath : 4)
Sungguh Allah swt tlah mengabarkn kpda kita smua bhwa diantara nikmat Allah swt atas kita orang2 yg briman adlh dibrikannya ketenangan & keteguhan hati kpda kita smua,agar kita mampu menghadapi stiap kesulitan/musibah dgn jiwa yg tnang & hati yg teguh.

''Kmudian Allah menurunkan ketenangan kpda Rasul-Nya & kpda orang2 yg beriman.( QS At-Taubah:26)

Saudaraku,Jiwa yg tnang & hati yg teguh adlah senjata orang2 yg briman dlm menghadapi kondisi sulit yg ditemui dlm khidupan.
Ingatlah Kisah Ashabul Kahfi,saat mreka mengumandangkn kbenaran Tauhid,orang2pun brusaha utk mnyakiti mreka,shingga mreka trusir dri tmpat mreka dgn mninggalkn kluarga & knyamanan hidup yg sdang mreka nikmati.Mreka tinggal digua tanpa mkanan & minuman.Tapi brkat Ketenangan & Keteguhan mreka mampu bertahan.

''Kami kisahkan kpdamu (Muhammad)crita ini dgn bnar.Ssungguhnya mreka adlah pmuda2 yg briman kpd Tuhan mreka & kmi tmbah pula utk mreka ptunjuk.Dan kami meneguhkan hati mreka diwaktu mreka brdiri,lalu mreka pun brkata ''Tuhan kami adlah Tuhan sluruh langit & bumi,kami skali2 tdk menyeru Tuhan slain Dia.Sungguh,klau kmi brkata brbuat dmikian,tentu kami tlah mngucapkan prkataan yg sngat jauh dri kbenaran.( QS Al-Kahfi :14)

Saudaraku.,Ketenangan hati senantiasa akan ttp membuat kita teguh brada di jaln Allah swt,apa pun yg trjadi kpada kita.
Bergembiralah...,sbab klak saat kita meninggalkan dunia fana ini,akan ada seruan kpda kita dgn seruan..'' Hai jiwa yg tenang.Kembalilah kpda Tuhanmu dgn hati yg puas lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dlam jama'ah hamba-hamba-Ku,msuklah
ke dlam surga-Ku ( QS Al-Fajr :27-30)
Semoga kelak kita termasuk orang-orang kembali dengan tenang ke hadapan Allah swt...

Saturday, 2 November 2013

Wajib Bersyukur Wajib Bahagia

Mengapa manusia sulit sekali bahagia? Bukankah sedih dan bahagia itu adalah sebuah “pilihan”? Bukanlah sedih dan bahagia itu adalah sebuah “keputusan”? Lantas, mengapa manusia sering sekali merasa hidupnya tidak bahagia, selalu kekurangan, sehingga manusia seringkali mengeluh terhadap nasibnya, terhadap hidupnya?
Beberapa bertahan dan tetap mengeluh, beberapa lagi mengeluh dan berputus asa, sampai ada yang mengakhiri hidupnya. Miris…
Mengapa manusia itu tidak bahagia?
Ternyata jawabannya sederhana saja : “Karena manusia lupa BERSYUKUR!!”
Ternyata kebahagiaan itu letaknya satu sentimeter di bawah telapak kaki kita. Ternyata kebahagiaan itu ada karena kita belajar untuk bersyukur. Di saat kita tidak dapat makanan enak, kita tidak bahagia. Tetapi, coba manusia mengubah cara pandangnya. Disaat kita bersyukur dan sedikit saja melihat ke bawah, bahwa masih banyak sekali manusia diluar sana yang tidak dapat makan. Disaat kita mengeluh tidak mendapat sepatu bagus, diluar sana masih ada manusia yang tetap bisa berbahagia tidak punya kaki. Disaat kita mengeluh dengan orang tua kita yang terkesan cerewet, lihatlah berapa banyak anak – anak panti asuhan yang merindukan kasih sayang orang tua sejak mereka kecil.
Percayalah, kebahagiaan itu bisa datang karena kita memilih dan memutuskannya.
Bukan karena bahagia kita bersyukur,tetapi bersyukurlah, maka kita akan bahagia.
Bersyukur berarti berterima kasih atas apa yang sudah kita dapatkan hari ini, saat ini, detik ini juga, yaitu dengan menyadari bahwa sesungguhnya hidup kita jauhhhh lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain di luar sana. Tetapi, bersyukur bukan berarti menerima apa saja yang ada dan apa saja yang terjadi di dalam kehidupan kita. We need to Achieve more! Karena kita mempunyai potensi untuk selalu berkembang ke arah yang lebih baik.

Mari sama – sama bersyukur. Sama – sama saling mengingatkan bahwa hidup kita jauh lebih beruntung diatas orang lain. Karena.. “Kunci menuju kebahagiaan hati adalah berhenti membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain.”

Thursday, 12 September 2013

Cantik Menurut Islam


Kita sering mengasosiasikan bahwa wanita cantik adalah wanita yang mempunyai tubuh ramping,pinggang kecil, betis membujur, rambut panjang dan pirang, kulit putih, bibir kecil dan penuh, hidung mancung, dan mata berbinar. Itulah yang ada dalam fikiran wanita. dan pria.Kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, kbanyakan mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syariât yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik.Kemudian mereka ada yang harap-harap cemas menggunakan cream pemutih wajah, jamu peramping perut dan conditioner herbal penumbuh rambut agar panjang dan ikal, sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Ini semua menjadikan wanita menjadi tidak percaya diri terhadap inner beauty yang telah ALLAH berikan padanya sejak lahir, dan akan menunjukkan auranya ketika sudah mencapai akil baligh. 

Sekarang kalau ditanya siapakah wanita yang tercantik atau dianggap cantik di muka bumi ini? Maka persepsi yang ditanamkan media, dengan dipelopori dunia barat, tentunya menunjuk gadis berkulit putih yang tinggi semampai, dan rambut pirang kecoklatan, berbaju sexy terbuka, memperlihatkan aurat yang harusnya ditutupi dan menjadikan semua terbuka agar semakin nampak kecantikannya. Apabila telah terpilih sebagai wanita tercantik di seluruh dunia, maka semua wanita akan berlomba untuk mengikuti gaya dan penampilan sang wanita tercantik di seluruh dunia ini sehingga mereka ingin tampil secantik model tercantik.
Menyukai kecantikan dan keindahan adalah salah satu fitrah, kecenderungan yg dimiliki setiap wanita. dan perasaan ingin cantik ini adalah nikmat Allah SWT Tetapi seringkali kita salah memaknai nilai kecantikan yang sebenarnya dan menganggap bahwa kecantikan wanita hanya bertumpu pada keindahan fisik atau secara lahiriah saja. seringkali kiat menyaksikan betapa banyak wanita cantik di dunia ini tapi keindahannya hanya sesaat ,pribadinya adalah pribadi yang tak menyenagkan, kehidupannya berantakan dsbnya. Perilakunya tidak cantik bahkan menimbulkan masalah bagi diri sendiri dan orang lain.
Ingatlah bahwa ALLAH telah menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah). Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa ALLAH menciptakan manusia dengan sebaik baik bentuk.
"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." ( Qs. 95 : 4 ).

Sooo..,siapakah yang membuat standar penilaian terhadap ciptaan ALLAH yang Maha Kuasa ? Wahai para wanita percayalah bahwa wanita tercantik adalah wanita yang mampu memahami bahwa dia diciptakan dengan sebaik baik bentuk dan dia diciptakan adalah untuk beribadah.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (Qs. 51 : 56).
Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: "Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati.(HR Bukhari dan Muslim)
Berbahagialah ketika kecantikan itu bukan sekedar menghiasi wajah, tapi terutama hati dan akhlak kita. Karena kecantikan fisik pasti akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Tapi kecantikan hati dan akhlak, itulah yang akan bersinar dan terus dikenang oleh orang-orang di sekitar kita. 


Wednesday, 11 September 2013

Uang Kertas Adalah Trik Yahudi untuk Menguasai Dunia

Dahulu, kita mengenal sistem jual beli yang dinamakan Barter sebagai cikal bakal alat tukar yang sekarang kita kenal dengan sebutan uang. Dalam sedikit sekali buku sejarah SMP dapat ditemui, setelah masa-masa pertukaran barang dengan barang, masa berikutnya menceritakan tentang alat tukar lain yang dikonversi dalam bentuk emas. Sistem pertukaran ini dilakukan karena emas dianggap logam mulia yang langka dan tidak bersifat radioaktif (alasan yang telah dirumuskan oleh para ahli).



Emas Logam Mulia


Dengan kedua kategori tersebut, terkumpullah 4 unsur: radium, paladium, platinum, dan emas. Radium dan Paladium baru ditemukan pada akhir abad ke-18, dimana proses jual beli telah terjadi jutaan tahun sebelumnya, jadi menyingkirlah kedua unsur ini dari kandidat utama. Kemudian, Platinum. Seperti yang kita ketahui, Platinum hanya dapat meleleh dan dibentuk pada suhu 16000C, dimana teknologi terkini tidak dapat melakukannya secara efisien dan berbudget murah. Karena itulah emas tampil sebagai satu-satunya logam yang didaulat menjadi alat tukar.

Platina

Namun, seiring berjalannya waktu, alat tukar emas pun ditinggalkan dan diganti dengan lembaran-lembaran kertas bernominal dengan alasan efektifitas dan kelangkaan emas. Benarkah begini kenyataannya? Sayang sekali buku sejarah kita tidak menuliskan cerita alasan peralihan tersebut. Saya akan berusaha menjabarkannya satu persatu agar kita semua paham, ada sebuah konspirasi mengerikan dibaliknya.

Tahukah teman-teman bahwa kaum Yahudi dahulu dilarang memiliki tanah disebagian besar penjuru dunia? Tentu saja ada ingatan menggelitik tentang hal ini, bahwa sesuai janji Allah, mereka tidak akan mendapatkan tempat dimanapun di Bumi ini setelah peristiwa pembangkangan mereka terhadap nabi Musa As. Namun kita juga harus cermat memahami sejarah, bahwa mereka adalah kaum yang dikaruniai akal yang cerdas dan keahlian yang luar biasa banyak. Karena itulah mereka tidak kehabisan cara untuk tetap menjaga eksistensi kaum mereka. Sejak saat larangan memiliki tanah di Eropa bagi kaum Yahudi dikeluarkan, mereka menjadi kaum terpinggirkan yang tidak memiliki rumah dan harapan. Karena itu mereka memilih menjadi penyedia jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Jasa apakah yang mereka pilih? Mereka memilih menjadi penjual jasa penyimpanan emas.

Pilihan yang menakjubkan, karena ini berarti, mereka dapat menggunakan emas emas yang mereka dapatkan untuk kembali melipatgandakannya dengan berbagai cara. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, mereka memang bangsa yang cerdas, namun juga licik. Mulai saat itu, mereka mulai dikenal dengan nama goldsmith.

Mereka memulai dengan memberikan sertifikat atas tanda bukti penyerahan emas yang dilakukan orang-orang kepada mereka. Semakin banyak orang yang menabung, semakin banyak sertifikat yang mereka keluarkan dan semakin banyak emas yang mereka timbun. Para pemilik emas hanya tinggal menukarkan sertifikat mereka apabila mereka ingin mengambil emas. Hasilnya, karena banyak sekali orang kaya, emas milik masyarakat tertimbun di gudang penyimpanan Yahudi, sementara kebutuhan masyarakat atas alat tukar sudah mulai tergantikan dengan sertifikat-sertifikat yang mereka miliki. Inilah cikal bakal uang kertas yang beredar hari ini.

Karena banyaknya emas yang tertimbun, mulailah kaum yahudi memikirkan cara lain untuk mendapatkan uang. Mereka menyediakan jasa peminjaman. Dengan emas dari para investor, mereka menggunakannya untuk meminjamkan kembali dengan imbalan berlipat. Inilah yang kelak akan kita kenal dengan bunga. Kaum yahudi hanya tinggal menyerahkan sertifikat kepada para peminjam dan menerima emas sebagai pengembalian pinjaman. Hasilnya? Ini menjadi bisnis paling menguntungkan sepanjang sejarah manusia.

tdk heran BANK dengan praktek RIBA sudah marak dan sangat jelas, karena yg menciptakan sistem RIBA mereka Yahudi, atas dasar hawa nafsu untuk mencari keuntungan yg besar dgn cara bathil. (Baa juga: cara kaum Illuminati melakukan propaganda lewat media massa.)

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak orang yang menjadi debitor. Mereka rela antri duduk di bangku panjang untuk mendapatkan pinjaman dari goldsmith. Bangku panjang (banque) tempat duduk para calon debitor itu yang kemudian menjadi cikal bakal istilah BANK. Dalam waktu tidak terlalu lama, para goldsmith menjadi orang-orang terkaya di dunia.

Para bangsawan dan para raja yang serakah membutuhkan dana untuk membiaya tentara, dan belanja pegawainya. Mereka pun tidak bisa menghindar untuk menjadi mangsa para goldsmith yang kemudian berganti istilah menjadi banker (pemilik bangku). Sekali meminjam, nilainya jutaan kali pinjaman yang diterima individu-individu, dan begitu juga keuntungan yang didapatkan banker.
Para banker itu senang denggan sifat serakah para raja dan bangsawan yang suka berperang memperebutkan kekuasaan. Semakin serakah mereka, semakin banyak perang yang dijalaninya dan itu berarti semakin banyak pinjaman yang bisa diberikan para banker.

Dalam banyak kasus, ketika perdamaian terjadi, para banker justru menjadi provokator politik untuk memicu peperangan. Diantara perang yang mereka rancang adalah demi tujuan emas semata. Sebut saja Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Setelah perang, para pemimpin dan sekaligus juga rakyat negara-negara yang terlibat perang menjadi sapi perahan para bankir atas hutang yang mereka tanggung. Selanjutnya, selain mendapatkan keuntungan materi yang tiada tara, banker juga mendapatkan keuntungan politik yang besar. Mereka dapat dengan mudah mengangkat seseorang menjadi penguasa semudah mereka menjatuhkannya dari kekuasaan. Dan semakin besar kekuasaan politik mereka, semakin besar pula keuntungan ekonomi mereka. Politik dan uang, dua sisi mata uang yang sama, semuanya telah dimiliki para banker.

Sistem perbankan yang berlaku saat ini adalah sistem yang sama dengan sistem perbankan goldsmith, dengan kualitas dan kuantitas yang jauh lebih besar. Contohnya bank kini bahkan tidak perlu lagi mengeluarkan uang kertas atau sertifikat untuk memberikan pinjaman.

Cukup dengan sebuah entry di komputer alias dengan udara kosong (abab istilah Jawanya) maka kredit sudah diberikan. Dan kemudian, para debitor harus membayar dengan darah dan keringat atas abab yang diberikan banker. Jika gagal membayar, harta bendanya disita oleh bankir sebagaimana dialami jutaan debitor sub-prime mortgage di Amerika akhir-akhir ini.

Para bankir internasional saat ini adalah keturunan para goldsmith jaman dahulu. Sebagian besar bank di dunia, termasuk Indonesia, adalah milik para bankir internasional itu.

Pada suatu saat para banker itu bosan dengan tumpukan uang kertas yang menumpuk di gudang mereka setelah sebelumnya persediaan emas dunia kering tersedot ke brankas mereka kecuali sebagian kecil yang dipakai masyarakat sebagai perhiasan.

Mereka ingin pembayaran riel: properti, tanah, emas, asset-asset perusahaan dan sebagainya. Maka mereka menghentikan suplai uang kertas dan menarik yang sudah beredar. Istilahnya kebijakan tight money. Dunia pun mengalami krisis finansial yang merembet ke seluruh sektor ekonomi. Perusahaan-perusahaan bangkrut, debitor-debitor tidak dapat membayar hutangnya, saham perusahaan-perusahaan anjlok.

Saat inilah para bankir itu menjalankan rencananya: memborong perusahaan-perusahaan yang bangkrut, saham-saham perusahaan yang anjlok, dan menyita harta benda debitor yang gagal bayar. Maka dalam waktu singkat terjadi pemindahan kekayaan besar-besaran dari masyarakat ke kas para banker. Dan dalam situasi itu, mereka dengan bersembunyi di balik jubah IMF dan Bank Dunia, datang menawarkan “bantuan” yang sebenarnya berupa kredit berbunga ganda yang mencekik leher dan hanya membuat manusia semakin jatuh dalam cengkeraman kekuasaan mereka.

Hal inilah yang terjadi pada fenomena Depresi Besar tahun 1930-an, Krisis Moneter tahun 1997 dan Krisis Finansial Global saat ini. Bahkan saat ini AMERIKA pun tak luput dari tipu daya segelintir orang tersebut. Amerika Serikat diambang resesi. Dengan utangnya yang mencapai $ 14,3 triliun dollar atau setara dengan 100 persen dari PDB-nya. Persetujuan Kongres tentang kenaikan utang, yang menyelamatkan Amerika Serikat dari gagal bayar (default), tak mendapat sambutan positif di seluruh pasar bursa saham. Nilai perdagangan di bursa saham, semuanya rontok, dan berimbas ke seluruh dunia.

Tak dapat dipungkiri, emas adalah pondasi sebuah kekuasaan. Tiga rencana besar masa penjajah yang datang ke Indonesia, dimana dapat kita temukan pada buku-buku sejarah adalah : gold (emas), glory (kejayaan), dan gospel (menyebarkan agama). Pada mulanya mereka menguasai sistem perekonomian kita, kemudian mereka akan mendapati diri mereka berjaya diatas dunia, bahkan antek-antek perdamaian yang bersembunyi dibalik topeng PBB adalah boneka mereka. Sejatinya, merekalah yang menjadi pemimpin dunia saat ini, karena dunia bungkam dan enggan melawan mereka. Setelah kejayaan mereka peroleh, dengan mudahnya mereka akan menanamkan pikiran-pikiran menyesatkan mengenai ajaran yang kita kenal dengan sebutan illuminati atau freemason.
jangan heran mengapa di mata uang kertas 1 Dollar ada Lambang illuminati 

Lambang Illuminati dalam Uang Satu Dollar

Manusia semakin terjebak dalam kefanaan dan kebohongan, melalui emas kemerdekaan pikiran kita dijajah dan kini… masihkah kalian berfikir untuk memakai sistem-sistem yang mereka ciptakan untuk menguasai kita?

apakah anda berpikir, anda sudah merdeka dari penjajahan ? tidak , kembali ke tujuan utama mereka yaitu exploitasi (GOLD-kekayaan) tambang yg berlimpah ruah, bisa anda hitung tambang di negara ini dikelola oleh negara berapa % dibanding negara lain.

Peta Tambang Migas Beserta Negara Pemiliknya di Indonesia

Maka, sudah saatnya kita menjadikan sistem mereka sebagai bumerang yang akan menghancurkan mereka pada akhirnya, karena mereka kini sudah menjadi antek-antek setan untuk menyesatkan manusia. Tidakkah kalian ingat firman Allah dalam QS Al-Hijr: 39-40?

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan maksiat di muka bumi dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba yang engkau beri petunjuk diantara mereka.”

Terkadang kita lupa dan terlalu sibuk memikirkan musuh yang tampak dihadapan mata namun kita lengah dengan hasutan dan bisikan setan yang membuat kita terbuai dengan keadaan dan enggan menyingsingkan lengan untuk berperang.

Percayakah kalian, bahwa 14 abad yang lalu, pada zaman Rasulullah SAW seekor kambing dihargai dengan 19 dinar. Dan hari ini, seekor kambing pun dapat kita beli dengan harga 19 dinar juga. Emas tidak akan berkurang nilainya, jika harga emas dalam rupiah berkurang, maka harga kebutuhan sehari-hari disekitar kita pasti mengalami penurunan.
Pintar sekali bukan? Mereka mereka membuat teori baru dalam sistem ekonomi yang rumit mengatakan bahwa kemampuan jual-beli suatu negara mengakibatkan inflasi atau deflasi nilai mata uang. Padahal yang terjadi hanyalah mereka menghentikan peredaran uang kertas dan membuat semua orang berada dalam himpitan ekonomi.

Seperti yang telah mereka lakukan untuk memanipulasi pikiran kita tentang uang kertas, kita dapat mengembalikan kebenaran dengan menggunakan uang emas. Karena itu, hati2lah menyimpan uang dalam jumlah besar / investasi dalam bentuk kertas. Banyak sekali jasa yang disediakan oleh bank-bank syariah untuk menabung dinar. Alangkah lebih amannya kita menyimpan harta yang kita miliki dalam bentuk dinar agar tidak terkena inflasi dan penurunan nilai. 

Wednesday, 17 July 2013

Negara-negara dengan durasi puasa terpanjang & terpendek


Bagi umat Muslim, bulan suci Ramadan adalah sesuatu yang sangat dinantikan. Mulai dari dimulainya sahur, memulai saat imsak, melakukan berbagai ibadah, berbuka saat magrib sampai melakukan salat tarawih.
Tak bisa dipungkiri, selama satu bulan penuh Ramadan memang sangat indah terutama kalian yang lahir dan besar di Indonesia. Namun rupanya, di negara-negara lain umat Muslim harus menjalani ibadah puasa dengan jadwal yang sangat lama.

Penasaran seberapa panjang durasi puasa di beberapa negara? Simak berikut ini yuk!

1. Antartika

Durasi: 9 Jam 18 Menit
Jika selama ini kamu berpikir kalau berpuasa di tempat dingin itu menyenangkan, sepertinya kamu bisa pergi ke Casey Station, salah satu kawasan terbesar di benua salju abadi Antartika. Di Antartika, imsak dimulai pukul 06.30 dan berbuka pada pukul 15.48 sore.

2. Australia Barat

Durasi: 11 Jam 59 Menit
Kalau merasa ingin mencoba puasa di negara tetangga namun tak jauh dari Indonesia, Austraia adalah pilihan yang cukup tepat. Menjalani puasa Ramadan di Perth dan kawasan Australia Barat, maka kamu akan menemui imsak pukul 05.42 dan siap untuk berbuka pada 17.41 petang.

3. Indonesia

Durasi: 13 Jam 3 Menit
Nah ini adalah puasa yang paling wajar dijalani orang Indonesia. Jika dirata-rata kebanyakan orang Indonesia akan menemui imsak pada pukul 04.52 dan berbuka puasa pada 17.55 sore (mengambil contoh Jakarta). Maka itu berarti kamu setengah hari menahan hawa nafsu termasuk lapar dan haus, hebat!

4. Arab Saudi

Durasi: 14 Jam 30 Menit
Kalau kamu memilih melakukan ibadah umroh saat bulan suci Ramadan. maka kamu harus bersiap-siap untuk melakukan puasa lebih panjang dari yang biasa kamu lakukan di Indonesia. Karena Mekkah memulai imsak pada pukul 04.31 dan baru berbuka pada 19.01 malam.

5. Jepang

Durasi: 15 Jam 36 Menit
Tinggal di Tokyo menyenangkan karena dipenuhi berbagai gadget dan alat transportasi super canggih? Memang, namun bagaimana jika kamu ada di sana saat menjalani puasa Ramadan? Muslim di Jepang disebutkan memulai puasa saat imsak pukul 03.11 dan baru akan berbuka pukul 18.47 nanti.

6. Amerika Serikat

Durasi: 15 Jam 47 Menit
Saat kamu harus berpuasa di kota super megapolitan New York, maka kamu memang harus lebih kuat menahan hawa nafsu termasuk lapar dan haus. Menjadi imigran di Amerika Serikat saat bulan suci Ramadan maka puasa dimulai imsak saat pukul 04.25 dan baru akan berbuka pada pukul 20.12 malam. Hmm, itu sudah selesai salat tarawih di Indonesia ya.

7. Inggris

Durasi: 18 Jam 5 Menit
Ingin bisa berpuasa Ramadan di negeri Harry Potter? Maka setidaknya kamu harus kuat menahan lapar dan haus selama lebih dari 15 jam. Bayangkan saja, muslim di London mendengar tanda imsak pada pukul 02.45 dini hari dan baru boleh berbuka pada pukul 20.50 malam. Semoga saja tak saat musim panas ya.

8. Rusia

Durasi: 19 Jam 57 Menit
Rusia sepertinya menjadi negara paling berat saat kamu menjalani puasa Ramadan. Bayangkan saja, umat Muslim di Provideniya sudah harus menyelesaikan makan sahur pada pukul 01.46 dini hari dan baru boleh berbuka saat adzan magrib berkumandang di pukul 21.43 malam. Bisa membayangkan? Nah itulah beberapa negara dengan jam puasa Ramadan terpanjang. Ada yang ingin menambahkan?

Sumber :  Kapan lagi

Saturday, 29 June 2013

Laki-laki yang akan di tarik oleh wanita ke dalam neraka.

Wanita..,Selain mempunyai daya tarik yg dahsyat didunia,wanita jg mempunyai daya tarik yg tdk kalah lebih dahsyat di akherat.Dan hebatnya lagi orang2 yg ditarik oleh wanita diakherat (dlm neraka) kelak adlah orang2 paling/terdekatnya.Dan wajar wanita menarik orang2 ini.cz ksalahan bkan di wanitanya,tpi ada pada orang2 terdekatnya.Kesalahan orang2 terdekat ini adlh tdk membrikan hak kpda wanita & tdk mnjaga amanah. Siapa saja mreka...,lngsung Cikidot TKP mas/m'bak broo...

1.Ayahnya..,
seorang ayah apabila tdk mempedulikan anak2 prempuannya didunia,maksudnya tdk membrikan sgala keperluan agama,sperti mngajarkn sholat,mengaji dan membiarkan anak2nya tdk menutup aurat.

2.Suaminya..,
apabila suami cuek alias no coment dgn segala tindak-tanduk istrinya.,membiarkan istrinya brgaul bebas diluar, memperhias diri bukan untuk suaminya,tpi utk pandangan laki2 yg bukan mahramnya,walopun suami itu seorang yg alim,mka siap2 akan ditarik oleh isterinya ke dalm neraka.

3.Kakak/saudara laki-laki.
Nah..,klo yg ini ktika sang ayah sdh tiada alias almarhum.,mka tanggung jawab wanita (adiknya) jatuh kpada saudara laki-laki.Bila adik wanitanya mlenceng dari ajaran islam & brothernya cuek aja.,mka siap2 menunggu tarikan adiknya ke dlm neraka.

4.Anak lelakinya.
Yg ini apabila si anak tdk menasehati ibunya mengenai prihal kelakuan yg haram dari islam.Contoh,si ibunya ska bgosip & sbgainya.Smentara si anak tau betul bhwa bgosip dlm islam itu tdk di bnarkan,tpi dia tdk pduli dgn prilaku ibunya.,siap2 nanti ditarik ke dlm neraka.

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."(Surat At Tahrim: 6)


Monday, 24 June 2013

HAKIKAT TAWAKAL

Sore yang cerah ceria plus segelas kopi hangat semakin menambah kecerian sore ku. hehehe
Oke gan,tak mau panjang lebar kita langsung ketopik aja "Hakikat Tawakal.
Kita sering mendengar orang-orang ataupun agan-agan sendiri pernah berkata" Tawakal atau kita tawakal saja.Perkataan ini kerap kali terucap stelah kita berusaha tapi tidak memperoleh hasil.,kayak teman disamping kos disuruh begini begitu sama ortunya tapi dia bilang malas,saya tawakal aja katanya.Hidup dalam tawakal mungkin itu fiosofi hidup teman saya.Dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya.
Dari contoh teman saya itu,timbul pertanyaan"seperti apakah hakikat tawakal itu.,apakah seperti yang dilakukan oleh teman saya itu,berusaha baru sekali tanpa hasil lalu bertawakal..?

Tawakal berasal dari kata arab "wakalah atau wikalah yang berarti memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar atau pasrah kepada orang lain.Kata kerja asalnya adalah wakalah yang lebih lazim memakai wazan tawakala tawakkulan yang berarti mempercayakan urusannya kepada pihak lain.
Sebagai sebuah istilah keagamaan,tawakal berarti membebaskan diri dari ketergantungan kepada selain Allah SWT dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT.
Tawakal merupakan perbuatan lahir dan batin menyerahkan segala perkara,ikhtiar dan usaha kepada Allah SWT serta berserah diri sepenuhnya untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudharatnya.

Demikian.,tawakal merupakan implementasi langsung dari iman seseorang.Sebab iman tidak saja berarti percaya akan adanya Allah SWT,tetapi lebih bermakna mempercayai atau menaruh kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,Allah SWT dan menafikan segala sesuatu selain-Nya yang bisa dianggap sekutu.
Jadi dapat kita pahami bahwa tawakal merupakan sikap mental seseorang yang dadanya penuh dengan sinar keimanan dan keyakinan.Sikap mental yg juga telah mendasari keyakinan diri para sufi,sbab tawakal baginya mrupakan hasil dari keyakinan yang bulat kepada Allah SWT.
Banyak para ulama mendefinisikan tawakal.Diantaranya Imam Al-Ghazali yang mendefinisikan tawakal sebagai penyandaran diri kepada Allah SWT sebagai satu-satunya al-wakil (tempat bersandar) dalam menghadapi setiap kepentingan,bersandar kepada-Nya pada saat menghadapi kesukaran,teguh hati ketika ditimpa musibah dgn jiwa yang tenang dan hati yg tentram.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 12
  
 "Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah Padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada Kami, dan Kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri". (QS Ibrahim :12)

Syeikh Ahmad Faridh mendefinisikan tawakal dalam pengertian benar dan lurusnya dalam pasarah dan berpegang teguh kepada Allah SWT dalam mencari kemashalatan dan kebaikan,menolak kemudharatan yang menyangkut urusan dunia dan akherat.

Al-Allamah Al-Manawi berkata "tawakal adalah menampakan kelemahan serta penyandaran diri kepada yang ditawakali,yaitu Allah SWT.
Demikian pula dengan Buya Hamka atau yang bernama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah,seorang mufassir (ahli tafsir) mengatakan bahwa pengakuan iman belum berarti kalau belum tiba puncak tawakal.Oleh sebab itu,apabila seorang mukmin telah bertawakal,berserah diri kepada Allah SWT,terlimpah dalam dirinya sifa aziz (terhormat lagi mulia) yang ada pada-Nya.Ia tidak takut lagi menghadapi maut.Selain itu terlimpah kepadanya pengetahuan Allah SWT.Dengan demikian,ia memperoleh berbagai ilham dari Allah SWT untuk mencapai kemenangan.

Definisi-definisi diatas harus di pahami dengan jeli dan benar.Sebab bila kita salah membacanya,bisa jadi kita terjebak dalam kekeliruan seperti yang dilakukan oleh seorang badui yang membiarkan untanya tanpa terikat dengan dalih ia bertawakal.

Ada dua fase penting dalam bertawakal kepada Allah SWT.,yaitu.,Fase usaha atau kerja..,Dalam fase ini,kita mesti mengikuti mekanisme alam (sunnatullah).Dan fase yang kedua adlah fase ktika menunggu hasil.Disinilah kita harus berpasrah kepada Allah SWT dengan sepenuh hati,serta menyakini bahwa apapun hasil dari upaya kita,itu semua tidak terlepas dari taufik dan kehendak Allah SWT.Inilah semangat yg diajarkan oleh nabi saw kepada umatnya.Ini pula semangat yg dapat kita tangkap dalam Firman Allah SWT yang artinya sbagai berikut.

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud : 123)

Memang prinsip tawakal kadang menjadi ruwet ketika dikaitkan dengan nasib kita sebagai manusia.Sebagian kita memahaminya dengan kelliru,menganggap bahwa tawakal adalah pasrah secara total kepada Allah SWT tanpa berbuat apapun.Sebagian yang lain tidak menganggap penting tawakal,yang penting adalah bagaimana kerja kita,shingga mereka kadang memaknai doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT sebatas penenang hati.

Wallahu A'lam...









Sunday, 2 June 2013

Warna Hijau Dalam Al-Qur'an


Warna HIJAU itu menenangkan,mendamaikn..

Warna HIJAU trmasuk warna yg paling di sukai Allah swt,itulah sbabnya knapa Surga klak akan dipenuhi dngan warna HIJAU.
Warna HIJAU jg adalah warna kegemaran Rasulullah SAW,Beliau sendiri brcita2 ingin mengenakan pakaian berwarna hijau klak disurga
Simbol2 keIslaman di sluruh dunia jg adalah berwarna HIJAU,slah satu contohnya adlah Kubah Masjid Nabawi.

beberapa ayat Al-Qur'an tentang keindahan warna hijau.

“Penduduk Syurga itu ( bersenang-lenang) di dalamnya dengan) berbaring di atas (bantal-bantal) dan cadar-cadar yang HIJAU warnanya serta permadani-permadani yg sangat indah. (QS Ar-Rahman : 76)

"Mereka di dalam Syurga memakai pakaian HIJAU yang diperbuat dari sutera halus dan sutera tebal (yang bertekat), serta mereka dihiasi dengan gelang-gelang tangan dari perak dan mereka diberi minum oleh Tuhan mereka dngan sejenis minuman ( yg lain) yang bersih suci. (QS -Al-Insan 21)

Mereka (Ahli syurga) mengenakan pakaian sutra halus yg HIJAU dan sutra tebal.(QS Al-Kahf :31)

Goo Green...:D

Tuesday, 30 April 2013

Kebebasan-kebebasan dlm ide demokrasi

Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani kuno, yg dicetuskan di Athena pada abad ke-5 sebelum Masehi. Demos berarti rakyat, dan Cratos/Kratien/Kratia artinya kekuasaan/berkuasa/pemerintahan, sehingga demokrasi bisa diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Indonesia adalah slah satu negara diantara sekian banyak negara yg menganut sistem demokrasi,dengan harapan bahwa Indonesia akan lebih baik kedepannya,tpi sayang apa yg diharapkan jauh panggang daripada api.Dan anehnya Sebagian besar manusia sdah terbius oleh ide demokrasi. Mereka seolah dibuai oleh janji-janji manis yg selalu “didakwahkah” oleh para pengusung demokrasi. Mereka mengira, sistem demokrasi akan membawa mereka kepada kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera dan lebih modern. Padahal kenyataannya tidaklah demikian.


Demokrasi yg katanya bisa menjadi ‘alat’ untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, pada faktanya juga bohong. Yg terjadi, demokrasi sring diperalat oleh kelompok elit masyarakat (elit wakil rakyat, elit parpol dan elit para pemiliki modal) utk memperkaya diri mereka sendiri sembari melupakan bahkan menindas rakyat.Hal tersebut wajar, karena hakikatnya dalam demokrasi tdk pernah ada yg namanya rakyat sbagai penentu keinginan.

Sejak awal kelahirannya, kedaulatan dlam demokrasi ada di tangan segelintir rakyat (bukan mayoritas ), yakni di tangan para pemilik modal. Hanya saja, mereka menipu rakyat dgn menggembar-gemborkan seolah-olah kedaulatan ada di tangan rakyat.Jadi, bila perubahan yg dikehendaki adalah daulatnya rakyat maka demokrasi tidak memberikan hal itu. Yg berdaulat & berkuasa dalam demokrasi adalah para pemilik modal dan rakyat hanya bisa gigit jari.. :( :(

Ada sebagian kaum muslim berkata bahwa itu adalah konsep demokrasi barat, sedangkan di dalam Islam kedaulatan berada di tangan rakyat (suara mayoritas) bukan di tangan pemilik modal.Ini jelas pernyataan yg keliru dan menyesatkan pola berfikir umat. Bahkan bisa mengancam dan merusak aqidah umat Islam. Kenapa?Karena jika dikatakan kedaulatan berada di tangan rakyat melalui wakil-wakilnya di sistem politik demokrasi, maka demokrasi telah merampas hak Allah swt untuk membuat hukum dan menyerahkan kepada hawa nafsu manusia.Allah SWT berfirman :


 “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.” (TQS. Al An’aam: 57)



Bahkan jika seseorang secara sadar dan terang-terangan menolak satu saja hukum syariah Islam, menolak dalam arti mengingkari kewajiban akan berhukum dengan hukum Allah tersebut maka ia bisa termasuk kategori orang yg kafir.

Dan barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir
(TQS al-Maidah : 44)Status kafir atau murtad itu tidak disebabkan karena tindakannya yg tidak memutuskan perkara dengan hukum Allah, namun karena pengingkarannya terhadap suatu perkara telah dipastikan oleh al-Qur’an dan al-Sunnah.Jika sudah pada taraf pengingkaran, masalahnya bukan sekadar pelanggaran terhadap ketetapan hukum syara’, namun sudah masuk dalam wilayah aqidah. Sementara aqidah inilah yg menjadi pembeda antara orang mukmin dengan orang kafir.Disamping itu, walaupun negara yg menganut sistem demokrasi memberikan tempat bagi kelompok yang menyuarakan syariah Islam, namun demokrasi tidak memberikan tempat agar syariah Islam tersebut dapat diterapkan.Hal ini karena demokrasi telah menetapkan dengan garis tegas bahwa agama tidak boleh terlibat dalam mengatur masalah publik.



Demokrasi tidak bisa dilepaskan dari ide liberalisme/al-hurriyah (kebebasan), sebab kebebasan merupakan prasyarat agar rakyat dapat melaksanakan kedudukannya sebagai sumber kedaulatan dan sumber kekuasaan.Kebebasan hrs diwujudkan bgi setiap individu rakyat. Dengan itu, mereka dpat melaksanakan kedaulatannya dan menjalankannya sendiri, serta melaksanakan haknya dgn sebebas-bebasnya tanpa ada tekanan atau paksaan.Karena pemilik kedaulatan adalah manusia mka manusia memiliki kebebasan dalam segala hal. Kebebasan itu tidak boleh dilanggar dan harus dijamin keberadaan dan pengekspresiannya.
Paham kebebasan (liberalisme) yang menjadi salah satu pilar sistem sekuler demokrasi menjadikan pengaturan urusan manusia harus menjamin kebebasan manusia. Peraturan dan kebijakan politik yang dikeluarkan tidak boleh melanggar kebebasan ini. Lahirlah peraturan dan kebijakan yang bersifat permisif.

Ide ini telah membawa bencana paling mengerikan yang menimpa seluruh umat manusia. Ide ini telah mengakibatkan berbagai malapetaka global serta memerosotkan harkat dan martabat masyarakat di negara-negara penganut demokrasi sampai ke derajat yg lebih hina daripada derajat segerombolan binatang.
Banyak Kerusakan2 yang ditimbulkan oleh kebebasan dalam ide demokrasi,antara lain sbb:

a. Kebebasan beragama/Aqidah.


Dalam demokrasi, seseorang bebas untuk beragama ataupun tidak beragama (atheis). Mereka juga bebas untuk berpindah-pindah agama (baca : murtad), tentu hal semacam ini adalah kebebasan yang kebablasan, aqidah atau agama seolah menjadi sesuatu yang tidak prinsip sehingga seolah menjadi permainan.

Ini terjadi karena dalam demokrasi bahwa semua agama itu sama sehingga manusia tidak boleh dibeda-bedakan atas dasar agamanya.Dgn pandangan yg rusak ini, mengakibatkan perilaku yg menyimpang bagi sebagian kaum muslim, misalnya wanita muslimah tidak merasa berdosa ketika menikah dengan laki-laki kafir dengan alasan persamaan agama (semua agama itu sama).

b. Kebebasan berpendapat.

Tentu kita msh ingat di Belanda, tahun 2004, Theo van Gogh membuat film yang melecehkan Islam. Masih di Belanda, Geert Wilders, anggota Parlemen Belanda dari Partai Kebebasan, juga menghina Islam melalui berbagai pernyataan, tulisan dan film yang dibuatnya.

Kita tentu juga masih ingat ketika surat kabar Jyland Posten  memuat kartun Nabi diterbitkan pada 30 September 2005. Jyllands Posten adalah surat kabar terbesar diDenmark. Gambar kartun nabi Muhammad saw tersebut di buat oleh Kurt Westergaard. 2 tahun kemudian yakni tahun 2007, muncul kartunis lain dari Negara Swedia yakni Lars Vilks menggambar nabi Muhammad saw sebagai satwa haram.Kemudian setelahnya muncul film Innocence of Muslims, sebuah video yang di buat oleh Sam Bacile.Terkait film Innocence of Muslims, Amerika Serikat sebagai pengusung utama ide demokrasi,  walaupun mereka mengecam pembuatan video tersebut dan mengatakan bahwa video tersebut tidak ada hubungannya dengan Negara Amerika, namun yang aneh adalah ketika menteri luar negerinya Hilary Clinton berkata :

“Bahkan kalaupun mungkin, negara kami punya tradisi panjang kebebasan berekspresi yang dilindungi dalam konstitusi dan hukum kami, dan kami tidak bisa menghentikan setiap warga negara yang mengekspresikan pandangan mereka sekalipun itu tidak disukai,"
Semua itu menampakkan dgn jelas kpada kita bahwa demokrasi selalu menerapkan standar ganda, khususnya untuk Islam dan kaum Muslim. Dengan dalih kebebasan, Barat beramai-ramai melecehkan ajaran Islam dan menghina Rasulullah saw.


Di sisi lain, mereka melarang tulisan atau propaganda yang menyerang Yahudi dan Israel. Jika terkait Islam dan kaum Muslim, maka demokrasi dan kebebasan berpendapat bahkan kebebasan beragama, tiba-tiba saja menjadi tidak ada.

c. Kebebasan kepemilikan.



Ide kebebasan kepemilikan yang dijadikan sebagai tolok ukur perbuatan, mengakibatkan lahirnya para kapitalis yg membutuhkan bahan2 mentah untuk menjalankan industrinya dan membutuhkan pasar-pasar konsumtif untuk memasarkan produk-produk industrinya.Hal inilah yang telah mendorong negara-negara kapitalis untuk bersaing satu sama lain guna menjajah bangsa-bangsa yang terbelakang, menguasai harta benda mereka, memonopoli kekayaan alam mereka, sekaligus menghisap darah mereka dengan cara yang sangat bertolak belakang dgn seluruh nilai-nilai agama, akhlak dan kemanusiaan.
Keserakahan dan kerakusan negara-negara kapitalis yang luar biasa, telah mengakibatkan berkobarnya bencana dan peperangan di antara bangsa terjajah. Dengan begitu, negara-negara kapitalis tersebut dapat menjajakan produk-produk industrinya, sekaligus mengembangkan industri2 lainnya  yang bisa menghasilkan keuntungan besar.

d.Kebebasan bertingkah laku.


Kebebasan berperilaku, juga telah menjadikan perempuan sebagai ajang eksploitasi kapitalisme melalui perhelatan Miss Universe, Miss World dan sejenisnya. Perempuan hanya dianggap sebagai komoditas dagang dan pemuas nafsu laki-laki semata.Kebebasan semacam ini sama artinya dengan meligitimasi kemaksiatan. pacaran misalnya, merupakan kebebasan berperilaku yang harus dilindungi hak nya, bahkan ada sebagian orang tua yang malu jika anak nya belum punya pacar.



Kebebasan ini juga melahirkan perilaku seks yang menyimpang, kita bisa melihat bagaimana sekarang manusia sudah tidak malu lagi memperkenalkan dirinya dihadapan umum sebagai pasangan homo/lesbi dan juga waria yang merupakan perilaku lebih rendah dari binatang.Liberalisme sama dengan binatang, bahkan lebih rendah dan hina. Bagaimana Liberal tidak lebih rendah dan hina daripada binatang ? Seekor ayam saja yang tidak berakal mengetahui bahwa jantan tidak boleh mengawini jantan dan betina tidak boleh mengawini betina, lalu ada manusia Liberal yang katanya berakal cerdas dan tinggi pula pendidikannya hingga “bergelar profesor doktor” tidak paham soal sesederhana itu, sehingga ia menghalalkan homosexual dan lesbiani.
Demokrasi, Cacat Sejak lahir,ini dibuktikan dgn banyak kerusakan yg ditimbulkan oleh demokrasi itu sendiri.

Segala kerusakan yang dibawa oleh sistem demokrasi itu sebenarnya tidak lepas dari sejarah kemunculannya yang memang sudah cacat sejak lahir. Aqidah sekulerisme yang melahirkan demokrasi merupakan aqidah hasil jalan tengah atau kompromi.
Oleh Karena itu, sudah saatnya umat islam mulai sekarang segera mencampakkannya (Demokrasi).
Kaum Muslim harus kembali pada sistem Islam, kembali pada syariah, kembali dalam naungan Khilafah Islamiyah; sebagaimana selama berabad-abad pernah dialami oleh generasi kaum Muslim terdahulu. Hanya dengan itulah, kemuliaan kaum Muslim di dunia maupun di akhirat bisa diraih. Wallahu A’lam bisshawab.