"Manusia Telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. kelak
akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu
minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (QS. Al Anbiyaa’ : 37)
Rumus inilah yg mungkin hrus kita amalkan dalam kehidupan kita. Karena di dalam kitab suci pun Allah banyak memuji orang-orang yang sabar. Bahkan Allah swt meng-klaim bahwa Dia dekat dengan orang-orang yang sabar. Sabar alias tidak tergesa-gesa dalam hal berdoa dan ikhtiar dalam menjalani hidup plus segala derita dan cobaan di dalamnya. Banyak dari kita yang ternyata gagal dalam hal ini. Kita lihat banyak saudara-saudara kita yang tak sabar alias tergesa-gesa tuk menjadi kaya lalu mereka gadaikan iman dan nurani mereka dengan mendatangi dukun, korupsi, murtad, judi dll. Padahal telah nyata akibat dari semua itu ujung-ujungnya adalah derita tak berkesudahan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Banyak saudara-saudara prempuan kita yang tergesa-gesa ingin lekas tenar kemudian rela difoto telanjang di majalah dewasa dan kemudian beredar di internet. Ada pula yang ikut-ikutan ajang putri-putrian agar di cap sebagai wanita smart dgn kecantikan luar dalam serta dpat mewakili negaranya di kancah internasional. Padahal “keterwakilan” yang mereka maksud masih dipertanyakan hingga kini. Apakah semua rakyat negeri ini benar-benar rela dan setuju jika diwakili seorang wanita dari negaranya sendiri yang harus selalu rela difoto telanjang dengan dalih tuk melihat kecantikan luar-dalam si kontestan. Ada pula yang tergesa-gesa tuk berkuasa kemudian melakukan kudeta. Yang tergesa-gesa agar lekas menang tender proyek lalu melakukan suap. Dan masih banyak lagi keburukan “tergesa-gesa” yang lainnya.
Lantas apakah semuanya memang diharuskan tuk berpelan-pelan? Ternyata tidak, karena Islam itu komprehensif, menyangkut seluruh sendi kehidupan. Ada pula yang diperbolehkan dan bahkan juga ada yang dianjurkan dengan kuat oleh Islam agar menyegerakan sesuatu hal-hal tertentu. Seperti memberikan hidangan kepada tamu, merawat mayit, menikahkan anak perempuan, membayar hutang, dan taubat. hal ini seperti sebuah Hadis yang telah diriwayatkan oleh Hatim Al ‘Asham,'Tergesa-gesa adalah dari setan, kecuali dalam 5 hal, yang merupakan sunnah Rasul, yaitu memberikan hidangan kepada tamu, merawat mayit, menikahkan anak perempuan, membayar hutang, dan taubat.
WallahuAlam...
Kata
tergesa-gesa alias buru-buru bin cepat-cepat diatas memberikan pesan
kpda kita bahwa tdk smua yg dilakukan secara tergesa-gesa mendapatkan
hasil yg lebih baik.ini menandakan sgala sesutu itu ada prosesnya.Dari
kata Tergesa-gesa itu Allah swt sbenarnya hendak mengajarkan kepada kita
bahwa untuk mencapai segala sesuatu itu harus dinikmati prosesnya.
Dinikmati maksudnya diperhatikan proses tersebut. Karena tak semua hal
menjadi baik jika dilakukan secara instan.Bahkan penciptaan alam ini pun
tidak tergesa-gesa.” Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang Telah
menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas
‘Arsy. dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan
cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang
(masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan
memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”
(QS. Al A’raaf : 54). Padahal jika Allah berkehendak, alam semesta
dijadikan sekejap matapun bisa. Namun Allah ternyata hendak mengajarkan
bahwa tak semuanya yang cepat itu bagus. Rasulullah saw pernah bersabda
bahwa "Pelan-pelan itu dari Allah sedangkan tergesa-gesa itu dari
Setan.” ( As-Sunan Al-Kubra, 10/104; Dalam As-Silsilah Ash Shahihah,
hadits no. 1795.).
Rumus inilah yg mungkin hrus kita amalkan dalam kehidupan kita. Karena di dalam kitab suci pun Allah banyak memuji orang-orang yang sabar. Bahkan Allah swt meng-klaim bahwa Dia dekat dengan orang-orang yang sabar. Sabar alias tidak tergesa-gesa dalam hal berdoa dan ikhtiar dalam menjalani hidup plus segala derita dan cobaan di dalamnya. Banyak dari kita yang ternyata gagal dalam hal ini. Kita lihat banyak saudara-saudara kita yang tak sabar alias tergesa-gesa tuk menjadi kaya lalu mereka gadaikan iman dan nurani mereka dengan mendatangi dukun, korupsi, murtad, judi dll. Padahal telah nyata akibat dari semua itu ujung-ujungnya adalah derita tak berkesudahan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Banyak saudara-saudara prempuan kita yang tergesa-gesa ingin lekas tenar kemudian rela difoto telanjang di majalah dewasa dan kemudian beredar di internet. Ada pula yang ikut-ikutan ajang putri-putrian agar di cap sebagai wanita smart dgn kecantikan luar dalam serta dpat mewakili negaranya di kancah internasional. Padahal “keterwakilan” yang mereka maksud masih dipertanyakan hingga kini. Apakah semua rakyat negeri ini benar-benar rela dan setuju jika diwakili seorang wanita dari negaranya sendiri yang harus selalu rela difoto telanjang dengan dalih tuk melihat kecantikan luar-dalam si kontestan. Ada pula yang tergesa-gesa tuk berkuasa kemudian melakukan kudeta. Yang tergesa-gesa agar lekas menang tender proyek lalu melakukan suap. Dan masih banyak lagi keburukan “tergesa-gesa” yang lainnya.
Lantas apakah semuanya memang diharuskan tuk berpelan-pelan? Ternyata tidak, karena Islam itu komprehensif, menyangkut seluruh sendi kehidupan. Ada pula yang diperbolehkan dan bahkan juga ada yang dianjurkan dengan kuat oleh Islam agar menyegerakan sesuatu hal-hal tertentu. Seperti memberikan hidangan kepada tamu, merawat mayit, menikahkan anak perempuan, membayar hutang, dan taubat. hal ini seperti sebuah Hadis yang telah diriwayatkan oleh Hatim Al ‘Asham,'Tergesa-gesa adalah dari setan, kecuali dalam 5 hal, yang merupakan sunnah Rasul, yaitu memberikan hidangan kepada tamu, merawat mayit, menikahkan anak perempuan, membayar hutang, dan taubat.
WallahuAlam...