Friday, 22 November 2013

Kemana Perginya Rasa Takut Mati Dalam Diri Kita...????

  Allah S.W.T berfirman:

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,  Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (Q.S. Al-Mulk:1-2)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan kematian lebih dulu, baru kehidupan. Jadi Dia mengingatkan agar kita memikirkan kematian lebih dulu, baru memikirkan kehidupan setelahnya. Karena kematian akan menimpa kita semua. Kita bisa saja berada di dalam Gedung Putih, di pemukiman kumuh hutan Amazon, di dalam mobil mewah atau berjalan kaki, kita bisa saja sedang bermain sepakbola atau tidur di kasur, kita bisa saja sedang melakukan yang halal atau haram, namun ketika waktu kita habis, maka malaikat maut akan datang dan dia mencabut nyawa kita.

Raja yang sombong seperti Fir’aun datang silih berganti, orang-orang dzalim seperti Harun dan Qarun juga datang silih berganti. Mereka pikir mereka adalah segala-galanya, namun Allah membinasakan mereka. Seharusnya kita bisa mengambil hikmah dari kisah mereka.

Hanya untuk membawa kunci-kunci Fir’aun dibutuhkan 70 unta. Bahkan Fir’aun tahu pada saat-saat terakhirnya, pada saat di tengah laut, dengan jutaan pasukannya, dia tahu bahwa dirinya akan mati. Kematian terlintas di benaknya, meskipun di sepanjang hidupnya, dia berpikir bahwa dia punya segalanya! Fir’aun, Harun, Haman, Qarun, Nimrud, seharusnya kita dapat mengambil pelajaran dari kisah mereka.

Allah telah berfirman tentang hal ini dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak suka orang yang takabbur dan berbuat dzalim, Dia tidak suka orang yang berbuat jahat dan menentang diri-Nya. Allah S.W.T menyukai orang-orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan di muka bumi.

Allah S.W.T berfirman dalam Al-Qur’an: "Wahai orang-orang beriman, takutlah kepada Allah dimanapun kalian berada.”

Namun kita lihat di zaman sekarang orang-orang sudah tidak takut lagi kepada Allah. Kemana rasa takut kepada Allah? 
Dan tidak ada lagi manusia yang takut kepada kematian dalam hatinya, karena hati mereka sudah terisi dengan nafsu dan cinta dunia.

Sumber : lampuislam.blogspot.com

Thursday, 21 November 2013

Tenangkanlah Hatimu...

Assalamu'alaikum wr wb..

Saudaraku yg seiman..,Roda kehidupan trus menggelinding.Banyak crita & episode yg kita lewati pd stiap putarannya.Ada sedih,ada bahagia,ada suka,ada duka,ada kluasan,ada ksempitan,ada ksulitan,ada kmudahan.Tiada dari kita yg tdk melewatinya،hanya sja kadarnya yg mungkin tdk slalu sama.
Kita smua tau,manusia bkan pmilik khidupan,tdk ada manusia yg sllu brhasil mraih keinginannya.Hari ini kita brsorak,esok lusa bsa jdi kita menangis.Hri ini kita bertemu,esoknya berpisah,detik ini kita bangga dgn apa yg kita miliki,mungkin dtik brikutnya kita sedih krna khilangan.Maka apapun episode yg sdang kita lalui pda dtik ini,TENANGKANLAH HATIMU...

Saudaraku.,Ingatlah...,crita tdk slalu sama & episode trus brubah,brganti dari satu situasi kpda situasi yg lain,berbolak-balik,brtukar-tukar,kdang diatas kdang dibwah kdang maju kdang mundur,tpi itulah kehidupan.Namun ada satu hal yg shrusnya tdk prnah brubah pd kita smua,yaitu hati yg slalu tenang & ttap teguh dlm kebenaran..
Ketenangan sngat kita btuhkan dlm mnghadapi sgala situasi hdup ini.Trutama dlm situasi sulit & ditimpa musibah.Jka hati dlm kondisi tnang,mka buahnya lisan & anggota badan pun akn tnang.Tindakan akn ttap pd jalur yg dibnarkan & jauh dri skap membahayakan.Insya Allah dgn brsikap tenang kita akan mraih keuntungan.

Saudaraku yg seiman.,Ktahuilah bahwa ktenangan itu adalah karunia Allah swt yg di brikan kpda orang2 yg beriman.

''Dia-lah yg tlah mnurunkan ktenangan ke dlm hati orang2 mukmin spya keimanan mreka brtambah dismping keimanan mreka (yg tlah ada).Dan kpunyaan Allah-lah tentara langit & bumi.Dan adlh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.'' ( QS.Al-Fath : 4)
Sungguh Allah swt tlah mengabarkn kpda kita smua bhwa diantara nikmat Allah swt atas kita orang2 yg briman adlh dibrikannya ketenangan & keteguhan hati kpda kita smua,agar kita mampu menghadapi stiap kesulitan/musibah dgn jiwa yg tnang & hati yg teguh.

''Kmudian Allah menurunkan ketenangan kpda Rasul-Nya & kpda orang2 yg beriman.( QS At-Taubah:26)

Saudaraku,Jiwa yg tnang & hati yg teguh adlah senjata orang2 yg briman dlm menghadapi kondisi sulit yg ditemui dlm khidupan.
Ingatlah Kisah Ashabul Kahfi,saat mreka mengumandangkn kbenaran Tauhid,orang2pun brusaha utk mnyakiti mreka,shingga mreka trusir dri tmpat mreka dgn mninggalkn kluarga & knyamanan hidup yg sdang mreka nikmati.Mreka tinggal digua tanpa mkanan & minuman.Tapi brkat Ketenangan & Keteguhan mreka mampu bertahan.

''Kami kisahkan kpdamu (Muhammad)crita ini dgn bnar.Ssungguhnya mreka adlah pmuda2 yg briman kpd Tuhan mreka & kmi tmbah pula utk mreka ptunjuk.Dan kami meneguhkan hati mreka diwaktu mreka brdiri,lalu mreka pun brkata ''Tuhan kami adlah Tuhan sluruh langit & bumi,kami skali2 tdk menyeru Tuhan slain Dia.Sungguh,klau kmi brkata brbuat dmikian,tentu kami tlah mngucapkan prkataan yg sngat jauh dri kbenaran.( QS Al-Kahfi :14)

Saudaraku.,Ketenangan hati senantiasa akan ttp membuat kita teguh brada di jaln Allah swt,apa pun yg trjadi kpada kita.
Bergembiralah...,sbab klak saat kita meninggalkan dunia fana ini,akan ada seruan kpda kita dgn seruan..'' Hai jiwa yg tenang.Kembalilah kpda Tuhanmu dgn hati yg puas lagi diridhai-Nya.Maka masuklah ke dlam jama'ah hamba-hamba-Ku,msuklah
ke dlam surga-Ku ( QS Al-Fajr :27-30)
Semoga kelak kita termasuk orang-orang kembali dengan tenang ke hadapan Allah swt...

Saturday, 2 November 2013

Wajib Bersyukur Wajib Bahagia

Mengapa manusia sulit sekali bahagia? Bukankah sedih dan bahagia itu adalah sebuah “pilihan”? Bukanlah sedih dan bahagia itu adalah sebuah “keputusan”? Lantas, mengapa manusia sering sekali merasa hidupnya tidak bahagia, selalu kekurangan, sehingga manusia seringkali mengeluh terhadap nasibnya, terhadap hidupnya?
Beberapa bertahan dan tetap mengeluh, beberapa lagi mengeluh dan berputus asa, sampai ada yang mengakhiri hidupnya. Miris…
Mengapa manusia itu tidak bahagia?
Ternyata jawabannya sederhana saja : “Karena manusia lupa BERSYUKUR!!”
Ternyata kebahagiaan itu letaknya satu sentimeter di bawah telapak kaki kita. Ternyata kebahagiaan itu ada karena kita belajar untuk bersyukur. Di saat kita tidak dapat makanan enak, kita tidak bahagia. Tetapi, coba manusia mengubah cara pandangnya. Disaat kita bersyukur dan sedikit saja melihat ke bawah, bahwa masih banyak sekali manusia diluar sana yang tidak dapat makan. Disaat kita mengeluh tidak mendapat sepatu bagus, diluar sana masih ada manusia yang tetap bisa berbahagia tidak punya kaki. Disaat kita mengeluh dengan orang tua kita yang terkesan cerewet, lihatlah berapa banyak anak – anak panti asuhan yang merindukan kasih sayang orang tua sejak mereka kecil.
Percayalah, kebahagiaan itu bisa datang karena kita memilih dan memutuskannya.
Bukan karena bahagia kita bersyukur,tetapi bersyukurlah, maka kita akan bahagia.
Bersyukur berarti berterima kasih atas apa yang sudah kita dapatkan hari ini, saat ini, detik ini juga, yaitu dengan menyadari bahwa sesungguhnya hidup kita jauhhhh lebih beruntung dibandingkan dengan orang lain di luar sana. Tetapi, bersyukur bukan berarti menerima apa saja yang ada dan apa saja yang terjadi di dalam kehidupan kita. We need to Achieve more! Karena kita mempunyai potensi untuk selalu berkembang ke arah yang lebih baik.

Mari sama – sama bersyukur. Sama – sama saling mengingatkan bahwa hidup kita jauh lebih beruntung diatas orang lain. Karena.. “Kunci menuju kebahagiaan hati adalah berhenti membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain.”