Mengapa manusia sulit sekali bahagia? Bukankah sedih dan bahagia itu
adalah sebuah “pilihan”? Bukanlah sedih dan bahagia itu adalah sebuah
“keputusan”? Lantas, mengapa manusia sering sekali merasa hidupnya tidak
bahagia, selalu kekurangan, sehingga manusia seringkali mengeluh
terhadap nasibnya, terhadap hidupnya?
Beberapa bertahan dan tetap mengeluh, beberapa lagi mengeluh dan berputus asa, sampai ada yang mengakhiri hidupnya. Miris…
Mengapa manusia itu tidak bahagia?
Ternyata jawabannya sederhana saja : “Karena manusia lupa BERSYUKUR!!”
Ternyata kebahagiaan itu letaknya satu sentimeter di bawah telapak
kaki kita. Ternyata kebahagiaan itu ada karena kita belajar untuk
bersyukur. Di saat kita tidak dapat makanan enak, kita tidak bahagia.
Tetapi, coba manusia mengubah cara pandangnya. Disaat kita bersyukur dan
sedikit saja melihat ke bawah, bahwa masih banyak sekali manusia diluar
sana yang tidak dapat makan. Disaat kita mengeluh tidak mendapat sepatu
bagus, diluar sana masih ada manusia yang tetap bisa berbahagia tidak
punya kaki. Disaat kita mengeluh dengan orang tua kita yang terkesan
cerewet, lihatlah berapa banyak anak – anak panti asuhan yang merindukan
kasih sayang orang tua sejak mereka kecil.
Percayalah, kebahagiaan itu bisa datang karena kita memilih dan memutuskannya.
Bukan karena bahagia kita bersyukur,tetapi bersyukurlah, maka kita akan bahagia.
Bersyukur berarti berterima kasih atas apa yang sudah kita dapatkan
hari ini, saat ini, detik ini juga, yaitu dengan menyadari bahwa
sesungguhnya hidup kita jauhhhh lebih beruntung dibandingkan dengan
orang lain di luar sana. Tetapi, bersyukur bukan berarti menerima apa
saja yang ada dan apa saja yang terjadi di dalam kehidupan kita. We need
to Achieve more! Karena kita mempunyai potensi untuk selalu berkembang
ke arah yang lebih baik.
Mari sama – sama bersyukur. Sama – sama saling mengingatkan bahwa hidup kita jauh lebih beruntung diatas orang lain. Karena.. “Kunci menuju kebahagiaan hati adalah berhenti membandingkan kekurangan Anda dengan kelebihan orang lain.”
0 comments:
Post a Comment