Sore yang cerah ceria plus segelas kopi hangat semakin menambah kecerian sore ku. hehehe
Oke gan,tak mau panjang lebar kita langsung ketopik aja "Hakikat Tawakal.
Kita sering mendengar orang-orang ataupun agan-agan sendiri pernah berkata" Tawakal atau kita tawakal saja.Perkataan ini kerap kali terucap stelah kita berusaha tapi tidak memperoleh hasil.,kayak teman disamping kos disuruh begini begitu sama ortunya tapi dia bilang malas,saya tawakal aja katanya.Hidup dalam tawakal mungkin itu fiosofi hidup teman saya.Dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya.
Dari contoh teman saya itu,timbul pertanyaan"seperti apakah hakikat tawakal itu.,apakah seperti yang dilakukan oleh teman saya itu,berusaha baru sekali tanpa hasil lalu bertawakal..?
Tawakal berasal dari kata arab "wakalah atau wikalah yang berarti memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar atau pasrah kepada orang lain.Kata kerja asalnya adalah wakalah yang lebih lazim memakai wazan tawakala tawakkulan yang berarti mempercayakan urusannya kepada pihak lain.
Sebagai sebuah istilah keagamaan,tawakal berarti membebaskan diri dari ketergantungan kepada selain Allah SWT dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT.
Tawakal merupakan perbuatan lahir dan batin menyerahkan segala perkara,ikhtiar dan usaha kepada Allah SWT serta berserah diri sepenuhnya untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudharatnya.
Demikian.,tawakal merupakan implementasi langsung dari iman seseorang.Sebab iman tidak saja berarti percaya akan adanya Allah SWT,tetapi lebih bermakna mempercayai atau menaruh kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,Allah SWT dan menafikan segala sesuatu selain-Nya yang bisa dianggap sekutu.
Jadi dapat kita pahami bahwa tawakal merupakan sikap mental seseorang yang dadanya penuh dengan sinar keimanan dan keyakinan.Sikap mental yg juga telah mendasari keyakinan diri para sufi,sbab tawakal baginya mrupakan hasil dari keyakinan yang bulat kepada Allah SWT.
Banyak para ulama mendefinisikan tawakal.Diantaranya Imam Al-Ghazali yang mendefinisikan tawakal sebagai penyandaran diri kepada Allah SWT sebagai satu-satunya al-wakil (tempat bersandar) dalam menghadapi setiap kepentingan,bersandar kepada-Nya pada saat menghadapi kesukaran,teguh hati ketika ditimpa musibah dgn jiwa yang tenang dan hati yg tentram.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 12
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan
di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan
semuanya. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya.
Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa
yang kamu kerjakan.” (QS. Hud : 123)
Memang prinsip tawakal kadang menjadi ruwet ketika dikaitkan dengan nasib kita sebagai manusia.Sebagian kita memahaminya dengan kelliru,menganggap bahwa tawakal adalah pasrah secara total kepada Allah SWT tanpa berbuat apapun.Sebagian yang lain tidak menganggap penting tawakal,yang penting adalah bagaimana kerja kita,shingga mereka kadang memaknai doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT sebatas penenang hati.
Wallahu A'lam...
Oke gan,tak mau panjang lebar kita langsung ketopik aja "Hakikat Tawakal.
Kita sering mendengar orang-orang ataupun agan-agan sendiri pernah berkata" Tawakal atau kita tawakal saja.Perkataan ini kerap kali terucap stelah kita berusaha tapi tidak memperoleh hasil.,kayak teman disamping kos disuruh begini begitu sama ortunya tapi dia bilang malas,saya tawakal aja katanya.Hidup dalam tawakal mungkin itu fiosofi hidup teman saya.Dan masih banyak contoh-contoh yang lainnya.
Dari contoh teman saya itu,timbul pertanyaan"seperti apakah hakikat tawakal itu.,apakah seperti yang dilakukan oleh teman saya itu,berusaha baru sekali tanpa hasil lalu bertawakal..?
Tawakal berasal dari kata arab "wakalah atau wikalah yang berarti memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar atau pasrah kepada orang lain.Kata kerja asalnya adalah wakalah yang lebih lazim memakai wazan tawakala tawakkulan yang berarti mempercayakan urusannya kepada pihak lain.
Sebagai sebuah istilah keagamaan,tawakal berarti membebaskan diri dari ketergantungan kepada selain Allah SWT dan menyerahkan keputusan atas segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT.
Tawakal merupakan perbuatan lahir dan batin menyerahkan segala perkara,ikhtiar dan usaha kepada Allah SWT serta berserah diri sepenuhnya untuk mendapatkan manfaat atau menolak mudharatnya.
Demikian.,tawakal merupakan implementasi langsung dari iman seseorang.Sebab iman tidak saja berarti percaya akan adanya Allah SWT,tetapi lebih bermakna mempercayai atau menaruh kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,Allah SWT dan menafikan segala sesuatu selain-Nya yang bisa dianggap sekutu.
Jadi dapat kita pahami bahwa tawakal merupakan sikap mental seseorang yang dadanya penuh dengan sinar keimanan dan keyakinan.Sikap mental yg juga telah mendasari keyakinan diri para sufi,sbab tawakal baginya mrupakan hasil dari keyakinan yang bulat kepada Allah SWT.
Banyak para ulama mendefinisikan tawakal.Diantaranya Imam Al-Ghazali yang mendefinisikan tawakal sebagai penyandaran diri kepada Allah SWT sebagai satu-satunya al-wakil (tempat bersandar) dalam menghadapi setiap kepentingan,bersandar kepada-Nya pada saat menghadapi kesukaran,teguh hati ketika ditimpa musibah dgn jiwa yang tenang dan hati yg tentram.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 12
"Mengapa Kami tidak akan
bertawakkal kepada Allah Padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada Kami, dan
Kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan
kepada kami. dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu,
berserah diri". (QS Ibrahim :12)
Syeikh Ahmad Faridh mendefinisikan tawakal dalam pengertian benar dan lurusnya dalam pasarah dan berpegang teguh kepada Allah SWT dalam mencari kemashalatan dan kebaikan,menolak kemudharatan yang menyangkut urusan dunia dan akherat.
Al-Allamah Al-Manawi berkata "tawakal adalah menampakan kelemahan serta penyandaran diri kepada yang ditawakali,yaitu Allah SWT.
Demikian pula dengan Buya Hamka atau yang bernama lengkap Haji Abdul Malik Karim Amrullah,seorang mufassir (ahli tafsir) mengatakan bahwa pengakuan iman belum berarti kalau belum tiba puncak tawakal.Oleh sebab itu,apabila seorang mukmin telah bertawakal,berserah diri kepada Allah SWT,terlimpah dalam dirinya sifa aziz (terhormat lagi mulia) yang ada pada-Nya.Ia tidak takut lagi menghadapi maut.Selain itu terlimpah kepadanya pengetahuan Allah SWT.Dengan demikian,ia memperoleh berbagai ilham dari Allah SWT untuk mencapai kemenangan.
Definisi-definisi diatas harus di pahami dengan jeli dan benar.Sebab bila kita salah membacanya,bisa jadi kita terjebak dalam kekeliruan seperti yang dilakukan oleh seorang badui yang membiarkan untanya tanpa terikat dengan dalih ia bertawakal.
Ada dua fase penting dalam bertawakal kepada Allah SWT.,yaitu.,Fase usaha atau kerja..,Dalam fase ini,kita mesti mengikuti mekanisme alam (sunnatullah).Dan fase yang kedua adlah fase ktika menunggu hasil.Disinilah kita harus berpasrah kepada Allah SWT dengan sepenuh hati,serta menyakini bahwa apapun hasil dari upaya kita,itu semua tidak terlepas dari taufik dan kehendak Allah SWT.Inilah semangat yg diajarkan oleh nabi saw kepada umatnya.Ini pula semangat yg dapat kita tangkap dalam Firman Allah SWT yang artinya sbagai berikut.
Memang prinsip tawakal kadang menjadi ruwet ketika dikaitkan dengan nasib kita sebagai manusia.Sebagian kita memahaminya dengan kelliru,menganggap bahwa tawakal adalah pasrah secara total kepada Allah SWT tanpa berbuat apapun.Sebagian yang lain tidak menganggap penting tawakal,yang penting adalah bagaimana kerja kita,shingga mereka kadang memaknai doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT sebatas penenang hati.
Wallahu A'lam...
0 comments:
Post a Comment